Rabu, 22 Juli 2020

CATATAN REMEH RECEH NGGA PENTING SAMA SEKALI


05.26 14:17
O.T.A.K  A.T.I.K  K A T A

OTAK KITA DI OTAK ATIK
Kita hari ini di Media sosial
Ketik  : apa yang anda fikirkan?
Share : siaran langsung, foto, lokasi
Digoda secara sadar tak sadar isi otak sekaligus isi hati sudah menjadi go publik
Yang terjadi rentetan buah kalimat tanggapan komentar karena isi kepala orang beragam
Tercetus dari satu noktah, menyebar seperti
efek domino berbaris-baris, mengular dan melingkar
Fitnah seperti virus menyebar kesegala arah
Waktu tersita terbuang sia-sia
Bisa berkomunikasi secara luas katanya
Tapi eksesnya jauh lebih besar
Padahal yang namanya ekses adalah dampak negatif yang lebih sedikit dibanding dampak positifnya
Justru medsos memang diciptakan karena Eksesnya lebih besar dari dampak positifnya
Kerja setan memang memalingkan dan memutarbalikkan keadaan yang sebenarnya

TUA MUDA
Tua itu pasti, Dewasa adalah pilihan
Yang tua tentu pilih yang pasti2 saja,
Yang belum tua, dewasalah dalam memilih!
Yang tua belum tentu dewasa,
Yang muda kelihatan dewasa tapi tidak menggurui
Yang tua dan muda haruslah sama2 dewasa
tapi pastikan saling menghormati!

COVID-19
KOIT-20
Sadar ngga sadar pandemi ini terjadi tahun 2020
Tapi berulangkali kita sebut covid naintin alias 19
Ada yang bilang karena memang mulai tercetus bermula pada desember 2019
Tkp nya dari sebuah pasar di Wuhan Cina
Ini peristiwa biasa atau terencana?
Pintar sekali "menaruh bom" virus ditempat keramaian dan diujung pergantian tahun
Orang cina ada dimana-mana dibelahan dunia ini kalau ada kapling di bulan tentu mereka juga ada disana
Menjelang imlek semakin besar "daya ledak" tertularnya karena tingginya intensitas traveling orang cina diseluruh dunia
WHO gencar merilis SOP menghadapi pandemi ini
Pakar kesehatan sebut virus corona bukan virus baru tapi hasil rekayasa dengan menambah kandungan asam amino
Yang lain mengungkapkan penggunaan binatang dan jaringan janin mampu menghasilkan virus yang dahsyat
Pola penyebaran terlihat lurus horizontal dari cina ke iran itali dan "nyebrang" ke Amerika
Semua orang yang sakit apa saja yang masuk rumah sakit apalagi lansia dipaksa dan digeneralisir didiagnose akibat virus corona sehingga jumlah korban tiap hari sudah pasti bertambah bertujuan menguatkan pandemi memang sedang terjadi
Rapid tes yang rancu dan palsu bertebaran
di seluruh dunia yang diproduksi cina
Padahal tes ini hanya mengukur kadar imun tubuh terhadap semua virus
Sekali lagi orang divonis kena virus corona suhu tubuh tinggi dan sedikit demam
Eksesnya yang diinginkan terjadi, tenaga kesehatan yang merawat pasien yang semakin banyak ikut meninggal karena keletihan apalagi dengan alat pelindung dibuat berlapis2 dan sekali pakai, bukan karena tertular pasien!
Semua diberitakan bersumber dari media yang mereka punya dan sesuai agenda kali ini
Sebelumnya target mereka berhasil dengan vaksin tertentu memangkas usia manusia paling tinggi 70 tahun, dibawah usia itu yang meninggal jauh lebih banyak
Pada akhirnya datang vaksin yang sudah ditunggu dengan isi ramuannya
sesuai apa yang sudah direncanakan
Jadi kondisi panik seperti ini sudah terencana sehingga bolehlah pandemi kali ini kita sebut dengan Plandemic atau Panicdemic
Panic them all you can see!








Minggu, 19 Januari 2020

PASWORD


PASSWORD”

Padanan kata “w” dalam bahasa Ibrani adalah “vav” atau “waw”. Nilai angka vav adalah 6, jadi dalam bahasa Inggris “www” bila dialihkan ke bahasa ibrani menjadi “vav-vav-vav” yakni angka 666.
Sekarang ini sudah dapat dipastikan kita tidak dapat melakukan bisnis di internet tanpa menggunakan huruf www. Kita ibarat diawasi oleh kamera pengintai menyusul microchip dalam badan manusia serupa dengan cap di badan sapi!

Kita hanya mampu menggunakan internet tanpa bisa membuat apalagi menandinginya. Paling banter kita pintar mengotak-atik kata sandi atau password sebagai syarat privasi seseorang untuk masuk untuk menggunakan suatu aplikasi atau pogram semisal email.

Nah, kalau diperhatikan secara umum, penggunaan password memanfaatkan data pribadi masing-masing individu semisal nama, tanggal lahir atau kombinasi keduanya. Selain mudah diingat juga bersifat pribadi sehingga lebih gampang mengingat dan orang lain tidak gampang pula untuk mencoba masuk. Tapi sering juga di awal penggunaan password yang kita buat tertolak karena sudah ada atau mirip yang sudah orang lain buat. Jadi, perlu parameter lain yang bikin tambah pusing hanya untuk soal sepele ini saja!

Singkat kata, perlu langkah yang terbaik dan sangat sederhana sekali yaitu kita ambil dari kegiatan kehidupan kita sehari-hari. Umpama kita tahu alas kaki di depan rumah, gedung atau kantor yang kita kenal dengan sebutan “keset”. Pada umumnya keset bertuliskan “welcome”  iya kan? Sayangnya kadang orang menempatkan keset dengan terbalik, mungkin maksudnya agar sisi yang bersih masih bisa digunakan sementara yang kotor tidak terlihat. Atau malah memang keset bersih tapi menempatkannya dengan tulisannya terbalik karena mengira sama saja dibolak-balik yang penting kesetnya bersih!

Jadi geli juga kita melihatnya karena tulisan welcome menjadi melcowe! Nah, dari rasa geli menjadi hal yang tidak terlupakan! Maka diambillah kata melcowe ingin dijadikan sebagai password karena siapa sangka? Dan agar menjadi lebih unik maka di otak-atik lagi huruf e dalam melcowe diganti angka 3.. Jadilah kata password yang unik dan menarik :“m3lcow3”

Ada cerita tentang si m3lcow3 ini, ketika laptop mengalami error dan perlu dibenahi oleh teman yang ahlinya, maka dibawalah laptop kekantornya yang kebetulan penulis juga ada rapat dikantor tersebut tapi dengan kolega yang lain. Saat diminta passwordnya, disebutlah dengan kata-kata: welcome dibalik, huruf e diganti dengan angka 3! 
Selama rapat, beberapa kali teman ini menanyakan password yang dibutuhkan untuk membuka laptop itu apa? Rupanya gagal terus ketik passwordnya karena tidak paham atau belum fokus dengan maksud kata-kata:welcome dibalik, huruf e diganti angka 3! Sampai akhirnya penulis sendiri yang samperin ke ruangnya untuk mengetik m3lcow3 ..Terbukti pilihan password kita ampuh dan ngeselin orang! (MMXX)





Rabu, 18 September 2019


M.E.N.U.L.I.S.

      Puluhan tahun yang silam dalam pelajaran sekolah ada pelajaran menulis sebagai bagian dari pelajaran Bahasa Indonesia. Pada umumnya ini membantu pembentukan fisik dan psikis saat dewasa menjadi orang yang sopan, peduli sosial, ringan tangan, teliti dan masih banyak segi positif lainnya. Hal ini karena merangsang kecerdasan motorik halus salah satu usaha untuk pengembangan sejak kecil selain kecerdasan intelektual, emosi dan komunikasi.

      Coba perhatikan lingkungan keluarga, teman, rumah, misalnya ada yang caranya menutup pintu rumah atau naik motor kelihatan tidak sopan, kasar (grusa grusu=kosro=berangasan, Bahasa jawa). Mungkin saat itu diburu waktu, tapi dilakukan seperti itu terus menerus. Nah, bisa jadi minat keterampilan menulisnya kurang atau memang tidak mendapatkan ilmu itu saat di sekolah.
Sebenarnya kemampuan menulis bukan tebal tipis saja tapi lebih dari itu yaitu keterampilan mengolah kosa kata menjadi kalimat yang sampai kepada pembaca. Sangat berbeda penulis satu dengan yang lain karena kelancaran kalimat, gaya bahasa, topik atau memang akademisi maupun otodidak.

      Menulis adalah bakat, anugerah (given, Bahasa popular). Ini adalah pemberian sang Khalik untuk kita diuji apakah bisa dipakai untuk menambah iman, manfaat untuk semua orang atau sebaliknya. Sama dengan given-given lainnya yang teramat banyak dan pasti diminta tanggung jawabnya kelak di akhirat.
Pernah saat masih suka corat coret sebagai mahasiswa yang belajarnya sampai tengah malam, jenuh membaca, iseng menggambar dan menulis kata-kata :
“whole in one” ini istilah dari aslinya olahraga orang kaya, golf : “hole in one”
Entah mengapa terbersit kata-kata dan sedikit gambar sketsa orang sedang sekali pukul bola golf masuk ke lubang, dipersepsikan dengan seorang konglomerat yang punya bisnis dari hulu sampai hilir. Bukankah ini juga cita-cita seorang pemain golf?
Beberapa puluh tahun kemudian muncul iklan dengan kata-kata whole in one persis seperti coretan iseng dulu. (Masha Alloh)..
Atau sekedar lucu-lucuan kata tapi mengena, Contoh pengalaman lain, saat teman share photo dari Thailand yang kagum dengan suatu disain penataan ruang multi fungsi tanpa ada sekat pada acara Design for Asia  Grand Award. Orang yang tertarik bilang “good idea” mungkin mau diterapkan dalam disainnya di Indonesia, sebaliknya orang Thai sebut dengan bahasanya sendiri “kood ikea”...Ooh ternyata IKEA itu asalnya begitu ya?
      Ada lagi nih contoh seperti kata BLOOP (nama sebuah Distro=Distribution Store=toko yang memajang dan menjual langsung dari pembuatnya). Mungkin ide kata tersebut dari pasar Boplo yang ada di menteng deket cut mutiah atau kebon sirih (pasar boplo bagi penulis sudah tidak asing lagi karena pernah tinggal di paviliun jalan Gondangdia atau saat pindah ke kebon sirih di belakang Kedubes Amerika Serikat sekarang)

Kesimpulannya, menjadi penulis sudah diberi modal kebaikan dari Alloh, tinggal kita mengasah dan memicunya untuk ittibar diri maupun orang banyak yang bisa bermanfaat.Ayo menulis!