Jumat, 02 Agustus 2013

JORR, BERKAH, MASTERPLAN

ANTARA CISAUK DAN H.A.M.B.A.L.A.N.G…. (18 DESEMBER 2005)

Nama Hambalang yang sangat heboh itu sampai mundurnya sang menpora dan mengguncang parpol pemenang pemilu sekaligus ketum dan ketua dewan pembinanya….ternyata menjadi bagian juga dari kehidupan bapak sebagai konsultan…Ceritanya dimulai saat itu memang sedang ada kegiatan supervisi tahun 2005 untuk PT SAP dengan lokasi proyek di cisauk, perbatasan serpong dan kabupaten Tangsel provinsi Banten.. minimal setiap minggu harus ke site sejauh 60 km untuk buat weekly report termasuk visual progress dan dikerjakan berdua dengan Effendi Perangin-angin atau Pencawan, orang batak campur subang yang tinggal seberang PGC arah halim..


Sedikit menyinggung cisauk, daerah ini sangat jauh tertinggal karena letak geografisnya yang dekat garis “demarkasi” eh perbatasan antara  provinsi Banten dan Jawa Barat. 
Untuk mencapainya juga harus melewati Sungai Cisadane yang semula jembatan balley satu2nya, tapi sekarang sudah ditambah dengan jembatan beton untuk jalur pulangnya. 


Pertengahan jalan antara awal jembatan dengan daerah cicangkal ada stasiun Cisauk dan pasar cicangkal..Ada adik kandung bapak (P Lung) yang tinggal di cicangkal..dan kalau lebaran, anak2 P Lung naik kereta api turun di stasiun cisauk, karena jalan aspal kesana sangat rusak dan masih ada jalan yang belum diaspal/jalan tanah sekitar rumah P Lung itu...


Bapak juga pernah berkunjung kesana beberapa kali, yang pertama malah minta diantar oleh anak sulungnya ke lokasi suradita yang waktu itu masih belum tahu persis lokasinya...




Dari Jakarta selepas tol JORR Serpong-Bintaro (karena ujung jalan tol ini sejak lama ngga diteruskan hanya sampai jalan memutar kayak semanggi…jadi plesetan JORR = jalan ora rampung rampung…)..Kalau pun mau diteruskan harus melewati perumahan elite The Green BSD..
padahal perum ini bangun belakangan jadi siapa yang kasih izin ya?...Jika pengelola ingin menyambung dengan Jalan Tol Jkt Merak berjarak paling dekat 20 km..sebaiknya sih JORR ini nyambung ke Tiga Raksa dulu karena banyak warga yang orientasi kegiatan sehari2nya ke arah sana..

“Pintu” masuk ke cisauk dimulai dari jalan serpong raya lalu belok dengan patokan ada angkot yang “ngetem” dekat patung pancasila ke arah jembatan ..Sepanjang jalan selepas sungai masih bagus aspalnya sampai dekat “tembok cina” baru mulai agak rusak dan berlubang..istilah orang sebutan tembok cina karena ada pagar celcon yang cukup panjang disisi jalan (rupanya ini pagar batas untuk rencana kampus khusus untuk fakultas kedokteran entah apa universitasnya..yang pasti sempat juga mereka memilih daerah lengkong wetan tapi ngga jadi…) kok tahu? Iya  karena sebelumnya bapak pernah ikut terlibat proyek disain disana untuk P Rizal Sikumbang yang ingin membangun kawasan ecowisata 
 (belakang sitenya sekarang dipakai oleh biker untuk jalur kegiatan mereka sepanjang jalur gas yang ada disana….)

Perumahan yang sedang dibangun adalah Perum Suradita Indah yang saat itu masih dalam tahap 1 dan trase jalan sudah dibuat sampai belakang site masih tanah di padatkan sebagai subgrade jalan nantinya…malah pernah sempat bikin ngadat mobil di tengah site..
Sebelumnya daerah ini adalah tambang pasir yang dikuasai tuan tanah lokal sini lengkap dengan jeger2nya (jeger=jelema gering/preman) yang sampai sekarang belum dapat kerjaan yang baru..Jadi kalau selesai putar2 inspeksi lalu cari warung, pasti ngobrol dengan mereka yang berharap dapat dan minta kerjaan apa saja…Sebagai konsultan  “outsourcing” dan bukan pengembang mau jelasin juga ngga yakin ngerti posisi kita seperti ini pada mereka, padahal sekecil apapun informasi mereka soal teknis dan non teknis dalam pembangunan perumahan ini sangat berguna dalam laporan setiap minggunya….


Sekarang soal hambalang….Kabar pertama sebut nama hambalang berasal dari kasiono teman lama juga yang minta hubungi segera P Puguh di tebet untuk “kerjaan” infrastruktur sebagai Construction Management disana…Entah kasiono dapat kabar dari Erwin juga Arsitek teman lama yang waktu ketemu P Puguh juga sebut Erwin teman di kampus ITS Surabaya..Memang sumber berasal dari teman yang dapat dipercaya, apalagi adik P Puguh itu adalah Memet Sosiawan itu structure engineer waktu bapak kerja di Divisi struktur AT 6..

Nampang dengan oki dan Memet diparkiran IPKN gondangdia sebelum pulang kerja tahun 1995..

Saat ini memet sebagai tenaga ahli untuk Kementrian Perumahan Rakyat di kawasan jalan Pattimura sana (P Menteri berasal dari parpol yang sama dengan memet sbg kader PK) sekarang tambah PK Sejahtera karena kena “threshold”, yakni ambang batas perolehan suara pemilu kurang dari 2.5 %,.. konsekwensinya harus menggunakan tambahan nama baru…

Setelah konfirmasi untuk ketemuan tanggal 12 Desember 2005 dengan P Puguh di rumahnya di tebet timur VI F no 48 belakang TK Parkit jam 9 pagi bersama-sama Effendi yang memang hari ada jadwal kunjungan ke cisauk..Dijelaskan olehnya bahwa lingkup pekerjaan adalah sebagai Manajemen Konstruksi untuk pembangunan Training Center termasuk pekerjaan infrastrukturnya. Kita diminta untuk membuat rekapitulasi biaya konstruksi terutama jalan lingkungan dan sistim drainasenya dulu, kemudian harus menghubungi kontraktor yang sudah ada untuk bersama-sama meninjau ke lokasi di hambalang nanti setelah Rekap yang kita buat rampung.

Hari rabu tanggal 14 Desember 2005, janjian ketemu di rumahnya lagi karena rekap yang kita buat sudah selesai termasuk penawaran jasa pekerjaan MK ini. Memang ada beberapa item yang P Puguh minta untuk direvisi harga penawarannya, namun untuk rekap pekerjaan infrastruktur yang kita buat ngga ada masalah…jadi tunggu kapan kita sama2 untuk meninjau lokasi ok….
Minggu tanggal 18 Desember 2005 akhirnya jadi janjian untuk ke site, tapi P Puguh tidak ikut hanya kontraktor yang akan berangkat. Lho, tadinya kita berfikir kalau jalan menuju kesana naik kendaraan mereka (khan mereka yang harus menjamu kita sebagai konsultan?)..apalagi sempat 


putar2 cari basecamp mereka di lingkungan gedung Bea Cukai By pass yang letaknya tersembunyi dibelakang gedung..Person yang ada saat itu, P Haji Darman/maman, Haji Nanang, Rauf, Junaedi, Talqis…nah itu alasannya karena mobil mereka ngga muat kalau ditambah lagi weh….Jadi sedikit kesal juga kita menuju kesana karena tidak sesuai janji semula….
Masuk jalan tol jagorawi sampai keluar tol gate sentul sirkuit, belok kanan sampai tikungan kekiri yang daerah sini banyak warung jualan sate kambing “kiloan”..iya lumrahnya pesan sate bukan berapa tusuk tapi berapa kg begitu…dari warung sate tersebut belok kiri dengan jalan yang menyempit, baru didalamnya mulai lebar…Rasa kesal seketika hilang ketika melihat pemandangan “menakjubkan”…perumahan mewah yang sudah banyak ditumbuhi pohon liar dengan atap atau tembok yang hilang sebagian dan tanpa penghuni…inilah ekses krismon tahun 1997 yang lalu..ini perumahan yang dibuat oleh Tommy..mungkin karena seorang pembalap dan sesuai tempat mangkalnya di sirkuit balapan dekat dari sini, jadi pulangnya khan dekat tuh…
Memang pemandangannya indah dengan udara yang masih fresh..dekat sini memang ada gunung bunder dengan air terjunnya yang kesohor itu..
Singkat kata, sampailah kita belakangan dari para kontraktor tadi…karena memang baru pertama kali kesini sambil menikmati suasana juga….Bersama-sama mereka menyusuri trace jalan yang baru pondasi batu kali yang belum dipadatkan sebagai sub base jalan lingkungan…tujuan untuk ke lokasi ini adalah untuk mengetahui sejauhmana hasil rekap kita sebagai konsultan mendekati dengan kondisi sebenarnya seperti harga satuan material, tingkat kesulitan saat konstruksi dimulai yang cocok untuk teknisnya dan sebagainya…Selesai berkeliling cukup lelah juga ya karena memang belum dibuat infrastrukturnya..haus dan lapar jadi berharap kalau ada jamuan makan siang..Eh lagi2 cuma teh panas saja selesai sholat dhuhur..Ya sudah kita pamit saja deh biar cari makan sendiri nanti diluar ….Sepanjang jalan pulang, hujan rintik2 terus sampai rumah..yang ngga sempat mampir untuk makan siang…ugh… lapeer…
(jadi …sungguh beda sekali suasana antara proyek yang “berkah” dan “ngga berkah” sudah kelihatan diawalnya…rupanya mereka hanyalah oknum yang mencari rezeki dengan cara mereka sendiri, ada yang berperan sebagai konsultan langsung dari owner?, ada yang berperan sebagai kontraktor yang sudah terpilih? ..tapi mungkin saja memang peran aslinya begitu tapi ada grand design diatasnya lagi yang mempermainkan mereka..? Wallahua’lam bissawab….)

Saat itu yang jadi menpora adalah Adhyaksa Dault..dalam masterplan jelas tergambar bahwa hanya ada beberapa bangunan saja termasuk lapangan sepakbola..bukan seperti masterplan yang sekarang….

Kamis, 01 Agustus 2013

MUARA SABAK!!

KUNJUNGAN PERTAMA KE KOTA MUARA SABAK
KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR, JAMBI
(7,8,9,10,11 September 2008  -7Ramadhan 1429H, minggu, senin, selasa, rabu, kamis)

Proyek konsultansi untuk Depnakertrans dimulai sejak 30 April 2008 saat ketemuan dengan pejabat yang berwenang di kawasan kalibata, Jakarta Selatan. Ini masih proyek Bowo dengan kondisi sebagai koordinator di kantor yang baru semenjak pindah dari PT Dewa Dwipa (Perusahaan ini yang menangani juga hall PMD tahun 2003 sebagai MK yang kebetulan bapak sebagai engineernya). Kalau ngga salah kantor bowo yang baru di daerah Meruya Ilir yang bareng dengan Singal itu alumni Gunadarma jurusan Teknik Informatika satu jebolan juga dari PT Dewa Dwipa..

Saat pertama kali bertemu dengan anggota tim lain untuk menemui pejabat Depnakertrans yaitu Ibu Etty, P Tulik Nugroho, Umar. Sedangkan anggota tim konsultan selain bowo dan bapak, yaitu Justin, Ida, P Sumarsono dan Agah. Mereka sebagai pemberi tugas hanya untuk meyakinkan” on desk” setiap person tenaga ahli untuk proyek/kegiatan ini. Padahal saat itu bapak sedang aktif kerja lapangan untuk PT Environa nya Erwin, arsitek teman lama dulu di PT Atelier 6. Kerja lapangan? Iya, karena kerjanya keliling 6 lokasi dalam waktu seminggu terus buat laporan hasil pengawasan tersebut. Jadi sebenarnya awalnya keberatan waktu bowo minta ikut terlibat dalam kegiatan ini, tapi alhamdulillah keduanya berjalan lancar..

Hari minggu jam 8 pagi naik busway langsung ke gambir dilanjutkan dengan bus Damri menuju bandara SoekarnoHatta di terminal 1B dengan Batavia Air. Sampai di bandara Sultan Thaha di daerah Palmerah Baru, dijemput oleh langganan bowo yang sebelumnya sudah pernah ke jambi. Cuma bapak,Bowo dan Ida yang puasa, lainnya alasan karena sakit maag, ini tugas safari jadi boleh ngga puasa katanya…setelah mampir di pertokoan untuk beli ATK (Alat Tulis Kantor), baru dilanjutkan ke lokasi yang sampai menempuh 2.5 jam (cobaan di bulan Romadhon…)
 




Melewati jembatan sungai Batanghari, ...terus melintasi hutan akasia,
hutan lindung gambut , bandar jaya dengan kali irigasi disisi jalannya..sampailah di muara sabak.

Karena ini hari minggu, maka info dari Bowo kalau muara sabak ini adalah kota yang baru diresmikan menjadi ibukota kabupaten Tanjung Jabung Timur......

jadi, seluruh aparaturnya yang masih resmi tinggal di kota jambi, berakhir pekan kembali ke kota asalnya. Padahal sudah dibangun perumahan untuk pegawai negeri tersebut sesuai pangkat dan golongannya.  Mesjid yang megah juga sudah ada..
Cuma belum semua infrastruktur tersedia, seperti pusat perniagaan, sport center..jadi memang kayak kota mati saja..apalagi saat ini bulan Romadhon…

rencana semula kita akan mendapat penginapan pemda untuk diklat yang seperti bowo dapatkan sebelumnya, tapi karena tanpa konfirmasi sebelumnya, saat itu full book karena memang ada kegiatan…jadi deh cari tempat lain yang akhirnya dapat losmen “aulia”.

Setelah mandi dan menaruh travel bag sekalian pesan ke pemilik losmen yang kebetulan punya resto di depan untuk menyediakan menu buka puasa nanti, bapak dan bowo ke lokasi site yang jaraknya setengah jam. Rupanya sejak kunjungan pertama, bowo belum dapat memastikan keberadaan patok benchmark (BM) sebagai acuan gambar rencana lebih lanjut. …
Jadi jalan sisi lahan disusuri sampai bolak balik ngga ketemu juga…sampai Ida dan P Marsono nyusul yang ikut bantu juga. P Marsono ini adalah dulu tenaga ahli untuk mantan gubernur DKI Sutiyoso, sedangkan Ida adalah satu alumni bowo di ITI ( Institut Teknologi Indonesia ) di serpong jurusan planologi
Nantinya site rencana ini akan dilewati jalur pipa dari Petro China disebelah utara ke arah timur (pelabuhan)...

Akhirnya yang dicari ketemu juga setelah besok pagi dan sorenya di ulang lagi…Sebelum itu, siangnya ketemuin P Isman dan P Leonaldi  (iya namanya bukan Leonardi tapi pakai el) nama yang aneh?...Betul saja anehnya bowo dapat teguran karena staking outnya terlambat sampai ditegur oleh bupati yang was2  skedulnya molor yang rencana akan mengundang SBY untuk peresmiannya nanti.

Hari selasa pagi2 sudah keluar meluncur dari losmen (supir lokalnya juga ikut menginap) rencana akan mengunjungi pelabuhan untuk menyebrang sungai ke kota sabak lama..tapi tujuan sekarang menemui P Leo (Nakertrans) dan P Muhlis (PU)..sempat kontak orang BPN (Dona) untuk menanyakan titik BM yang lainnya (BM2) dan rencana staking outnya kapan…Harusnya memang sudah ada hasilnya kemarin2, makanya kita hubungi orang PU untuk ikut membantu pelaksanaan staking out karena sudah ditegur P leo..Tapi yah begitulah kalau menghadapi aparatur dimana2 sama dan dijanjikan besok saja karena sudah sore…Akhirnya jadi juga ke pelabuhan,




tapi rencana menyebrang dicancel, mungkin karena point penting tujuan ke jambi ternyata dilapangan harus menyelesaikan staking out dulu, jadi bisa lain waktu untuk singgah kesana..apalagi hanya untuk penyangga data primer yang akan kita compile untuk laporan tahap ini…

Hujan lebat dari pagi sampai siang ini…rencana pagi2 akan rampungkan stakingout dengan bantuan pesonil dari PU terasa putus harapan nih..tapi setelah agak reda, langsung kita jemput rencana 2 personil dari PU tersebut, ternyata hanya 1 yang ada waktu karena yang lain “sibuk” dengan kerjaan lain? Mana mungkin Cuma 1 orang surveyor dengan alat Theodolit kan minimal 3 orang


untuk bantu yang baca alat, pegang mistar..akhirnya kita pinjam orang nakertrans sebagai helper saja…Ikut menyusul kemudian dari pusat P Jamil, orang BPN dan P Parno lokal Nakertrans Muara sabak yang dilanjutkan dengan meeting di losmen Aulia…..(sepatutnya mereka rapat di kantor pemda jadi lebih dihargai ketimbang di tempat penginapan kita sebagai konsultan)..yah info dari Bowo kalau dia sering dijadikan seperti ATM berjalan saja layaknya..


Hari kamis yang dijadwalkan sore kita balik Jakarta, sempat meeting dulu dengan P Isman, Muhlis dan Leonaldi sekaligus pamit untuk melanjutkan laporan untuk presentasi di muara sabak ini juga nanti…..See u all…

Rabu, 31 Juli 2013

MONKEY FOREST, UBUD
16,17, 18  NOVEMBER 2008 (MINGGU, SENIN, SELASA)

Sepekan belakangan ini merevisi gambar site engineering untuk monkey forest village yang diarsiteki oleh Amir (dulu teman satu kantor di PT Atelier 6 – Konsultan arsitek seputar gondangdia). Rencananya akan dibawa gambar2 tersebut dengan dokumen lainnya sebagai dokumen lelang private.. Ya, private karena owner dari pihak swasta yang dirahasiakan oleh amir untuk jangan diinformasikan di bali nanti..Ok deh..

Kebetulan hari keberangkatan adalah hari minggu siang jam 12.45, jadi cukup waktu untuk tidak terlambat…Bang Memi bareng “antung”nya (anak tunggal) luthfie sempat mampir pas lagi siapkan pakaian ke travelbag …ngga lama mampirnya cuma tanya apakah semua sehat? Alhamdulillah sehat semua..Mau kemana nih? Iya..mau ke bali nanti siang..rupanya mereka tadi bertamu ke rumah tetangga yang baru pindah kesini yaitu Muhammad Alkatiri..peranakan arab betawi..(tadinya tinggal di tpu kober,rawabunga)…

Naik busway turunnya sampai kelewat 1 halte saking penuhnya ngga bisa keluar..padahal sebelumnya juga antri di halte senen untuk turun dan naik lagi yang jurusan ke gambir….Lumayan jalan sekitar 1 km ke gambir langsung naik bus damri. Kira2 45 menit baru sampai di cengkareng, bandara soekarno hatta..
Sudah menunggu Amir dan 3 teman lainnya di terminal 1C untuk Batavia Air........

saat diperkenalkan masing2  P Indra sebagai owner, P Anton calon kontraktor dan Amadeus Wenan atau dipanggil beqi oleh Amir karena teman akrabnya dulu di Unpar Bandung…P Indra adalah menantu Srihadi itu pelukis logo ITB yang alumni juga. P Anton alumnus arsitek ITB th 1989 yang masih bekerja di PT Hasta Bangun Karsa di ruko Ps minggu sebelah Holland bakery (oh itu sih dekat dengan “home base” saya pak..)

Jam 4.45 WITA pesawat landing dengan mulus di bandara ngurah rai, disambut oleh penjemput disana P Sugara (mertuanya Dewa Bujana, itu gitaris Gigi)…

Makan dulu di resto yang ada dibandara dan langsung menuju villa di ubud. 

Ubud adalah nama kecamatan, Kabupatennya Gianyar yang menurut penuturan P Sugara, Ubud cocok untuk para kawula tua yang berkunjung ke Bali karena memang dijaga adat istidatnya, seperti jam keramaian dibatasi sampai jam 12 (bandingkan dengan Kuta atau sanur yang 24 jam..) 
Selain itu juga banyak pura di area ini selain persawahan yang tetap dilestarikan, malah ada resto yang pemandangannya ke arah sawah2..wah nanti boleh di coba tuh…yang diamini oleh semuanya…

Kurang lebih 45 menit menyusuri jalan monkey forest yang memang satu arah dan sedikit lengang..


jadi memang betul kata P Sugara daerah sini cocok untuk daerah yang dipertahankan adat istidat balinya..Masuk ke parkir Nyoman Karsa vila sebelah kanan jalan, setelah check in baru ditetapkan kalau P indra bareng sekamar dengan beqi, P Anton sebagai “outsider” sendirian dilantai atas (vilanya 2 lantai). 


Depan vila ada pathway 20 meter dengan ujung jalannya ada pool ukuran sedang dilengkapi dengan pool kid dan tidak lupa kursi2 untuk “rebahan” diatas pool decknya…



Berbekal makan siang dibandara tadi, cukuplah kita untuk melihat lokasi site yang jaraknya kurang 1 km dari vila. Masih diantar dan disopiri P Sugara yang perlente penampilannya walau sudah 50an..
Ke lokasi lahan dulu dan parkir mobil disana, kemudian mengitari belakang site yang pemandangannya sangat bagus dan lagi2 betul kalau ubud tempat yang “aman” bagi wisatawan yang ingin melihat bali secara orisinil dengan sawah2nya….


Nah, selesai rest bentar selepas dari site tadi, saatnya… untuk mencicipi dinner di sekitar monkey forest sini, sekalian membuktikan bahwa ubud adalah tempat yang nyaman dan jauh dari pengaruh western ..Sempat cari tempat yang kira2 pas untuk kita berlima, dipilihlah Wayan Café yang persis



 di depan jalan ada Café havana dengan stage indoor untuk live music..Setelah ngalor ngidul usai makan sate ayam dan teh manis panas…pulang ke vila sekitar jam 12 an dan pas pula live music tadi stop dan suasana hening saat kita pulang jalan kaki menyusuri jalan monkey forest yang sekitar situs monkey forest agak gelap dan seram. 

 Nah daerah sekitar sini kalau malam gelap dan seram karena jalan menurun atau....
Depan situs monkey forest....
Apalagi sepanjang kita jalan, diikuti anjing2 liar dengan posisi di depan seakan-akan menuntun kita pulang..tapi anehnya sampai sekitar situs, anjing2 yang ada didepan sudah tak nampak lagi cuma masih kedengaran suara gonggongan mereka…..

Besok pagi selesai sarapan dengan “omelet plus”.........

dilanjutkan dengan acara “aanwijzing” untuk kontraktor yang sudah ditentukan jam ketemuannya di vila sini..Sebelum berangkat ke bali memang Amir tidak info kalau lelangnya bersifat private, jadi sudah siapkan pakaian resmi alias kemeja lengan panjang…Jadi waktu ke site setelah penjelasan teknis, bersama calon kontraktor meninjau lokasi dengan diantar P Sugara lagi. Wah, kayaknya “saingan tak sengaja” nih dengan beliau (lomba perlente …..) padahal yang lainnya kemeja lengan pendek, malah P Indra pakai oblong dan celana pendek..weh….

Kondisi site eksisting masih ada bangunan vila yang sudah tua..dengan elevasi dari main gate ke belakang semakin menurun dengan diselingi kali kecil baru ada lahan sisanya..Jadi lahan eksisting terbelah oleh kali kecil tadi dengan dikelilingi oleh banyak pohon kelapa yang cukup tua juga...


Selesai satu kontraktor meninjau lokasi, janjian ketemu calon kontraktor di site sekalian saja disini…tapi sudah sejam belum nongol juga, akhirnya kita putuskan untuk ketemuan di vila saja..untung ngga terlalu lama di site yang gerah juga dengan pakaian resmi…Tak lama sampai di vila, kontraktor yang kebetulan teman amir dari Group Tata datang (belakangan Tata yang terpilih untuk mengerjakan proyek ini)…

Setelah selesai urusan teknis di tempat Nyoman Karsa sampai jam 2an rampung, P Indra mengajak makan siang di bebek bangil yang pemandangannya sawah itu…Sebenarnya ada tulisan di depan dirty duck dinner, padahal kita mau lunch, tapi apa urusannya kalau laparnya sekarang? 



Memang sih kalau dinner kelihatannya romantis, tapi kita khan “bujangan” semua bukan “bajingan” bukan?....Sangat enak sekali masakannya sampai perut merasai arti kenyang sebenarnya..Lokasi resto ini Cuma 200 meter dari vila jadi pulangnya juga jalan kaki sambil mengurangi beban perut…
Semua rest di kamar masing2 sampai jam 4an lihat Amir sudah ngobrol2 dengan Beqi di pool deck, kayaknya mereka ngga berenang deh, mungkin ngga hobi dan capek barangkali…
Beqi cerita masa lampaunya yang tinggal di Pekalongan sangat jauh dari kaya (beqi seorang etnis cina jawa) sampai dia bisa sekolah S2 Sipil di ITB sedangkan S1 di Unpar)…sampai hari ini belum dikarunia seorang anak yang didambakan bertahun2..Rupanya dia sedang mencoba untuk menaruh simpati agar tertarik untuk menjadi member MLM Tian shi…tapi ngga “ngaruh” tuh….

Malam pun kita makan diluar, sempat juga cari tempat yang lain, sampai mengitari setengah blok kawasan jalan monkey forest ini 
Ubud kelod, gedung kesenian.....
 Pasar ubud....

(Ubud kelod, pasar ubud) ujung2nya balik lagi ke Wayan café yang representatif  lokasi dan menunya…sayangnya bir dijual bebas disini…padahal kalau diingat ubud adalah tempat yang dijaga adat istiadatnya katanya..kok?..


Pagi hari ini adalah hari terakhir di bali, karena nanti jam 4 Wita siap pulang ke Jakarta…Nah, Amir masih ngajak jalan menyusuri jalan monkey forest sambil photo2 sekitar situs monkey forest, main gate site proyek nantinya..


Di Area ini boleh dibilang zone wifi yang luas dan mutu jernih dan cepat, karena saat kita mampir di
 Green house café cuma untuk pesan minuman jus, coba browsing pakai handphone saja resultnya sangat responsif…hehe kayak istilah otomotif soal tarikan gas…

(Belakangan diketahui bahwa Ascot Group dari Inggris "franchise" dengan kita sebagai orang Indonesia untuk memudahkan persyaratan izin dan hal teknis lainnya..terutama non teknisnya..
Brand yang dipakai yaitu Komaneka Monkey Forest...)