Sabtu, 03 Agustus 2013

SEMALAM DI BADUNG, SIANG DI SINGARAJA, SORE PULANG

ON THE SPOT KE BALI (SINGARAJA, 9 JANUARI 2010)

Awal bulan Januari di tahun baru 2010 ini, persisnya hari senin tanggal 4 sesuai janjian dengan Bowo di kantornya di daerah pejaten timur dekat UNAS sawo manila…bicara pejaten, orang sering salah orientasi, karena mengira pasti lokasinya sekitar  kemang…padahal nama pejaten dimulai dari jalan pasar minggu raya sampai kemang dimana pejaten barat ada di daerah kemang dibatasi oleh jalan Warung Jati Barat dan pejaten timur sampai ujungnya di jalan Raya Pasar Minggu. Lebih gampang bedakannya adalah kalau Gedung Republika adalah pejaten timur, ......................... ..................................................................sedangkan Gedung Philips Tetra Pak disebrangnya…
 

Setelah menunggu di ruang tamu kantor karena tiap senin kegiatan rutin mereka yaitu rapat mingguan di setiap pagi jam 9..Ruang rapat ada di lantai 2, jadi setelah rapat selesai, barulah bowo perkenalkan P Rizal, P Arifin dan Indal sebagai tuan rumah di tempat ini. P rizal terlibat dalam urusan teknis, sedangkan P Arifin sebagai coordinator hubungan ke Komisi IX DPR (Pendidikan Tinggi). Mereka info kalau ada rencana untuk membuat divisi baru yakni Construction Management dalam waktu dekat karena memang banyak peluang untuk itu. Proyek yang ada sekarang adalah AKPAR dan UNDIKSHA masing2 di Medan dan Bali untuk Arsitektur dan strukturnya, sementara untuk CM sudah mulai disiapkan untuk ikut tender. Jadi minggu ini sudah harus diperoleh gambaran proposal cost untuk pekerjaan CM untuk yang  di Bali dulu.

Tadi di awal sebut soal pejaten kan? Karena memang saat ada tawaran diatas, bapak sedang terlibat dalam disain pembangunan perumahan di daerah jalan AUP…iya, jalan aup untuk akronim dari Akademi Usaha Perikanan..dulu memang itu namanya..sekarang jadi sekolah Tinggi Perikanan atau kerennya Fisheries University….
Sekolah Tinggi Perikanan
...cukup aneh juga ada sekolah perikanan disitu karena orang taunya kan pasar minggu identik dengan pertanian atau juga holtikultura sesuai riwayat sebagai daerah penghasil buah2an (lagunya juga ada kan…).Apalagi kalau di ingat bahwa tahun 2006, bapak sering bolak balik ke jalan holtikultura untuk disain perencanaan jalan, drainase dan retainingwall  sampai proses tender sebagai tenaga “outsourcing”  PT Dwikarsa yang kantornya dibelakang Astra Menteng dalam seberang persojo (atas rekomendasi Nanto) untuk Puslitbang Holtikultura Departemen Pertanian dekat mesjid Baitussalam...

Mesjid Baitussalam jalan palapa, Ps minggu

::Info update tahun 2019 ini sempatkan melihat proyek tahun 2006 silam  ::::


Nah, memang site proyeknya ada di jalan aup tadi, tapi kantornya di jalan pejaten barat…jadi dulu pernah kesasar cari2 kantornya di jalan pejaten timur padahal pejaten barat..soalnya terpikir bahwa sitenya dekat dengan jalan itu..(Sejak tahun 2008 dan 2009 terlibat dalam proyek itu, sampai saat ini belum ada pembangunan fisik rumahnya, baru pola jaringan jalan dan drainase lingkungan saja..)..Bisa jadi tanah urugannya yang dikalkulasi hampir sekitar 30 ribu kubik biar solid dan compact dulu..atau terbentur faktor “non teknis”..?
...Dulu memang site ini terkenal dengan pangkalan minyak karena mungkin sisa truk pertamina buang disitu atau memang ada pangkalan minyak tanah..entah..yang pasti saat mulai di “clearing” site ini adalah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk area sekitarnya…#$%$#...          .......Dan orang atau organisasi yang punya hajatan dibalik proyek ini adalah PP (Pemuda Pancasila)…walaupun kita yang berhubungan sehari-hari dengan mereka adalah P Indra dan P Harresh..yang satu asli Pakistan, muslim, yang lain India, Non muslim….

Kembali ke soal proyek di bali…Dapat konfirmasi bahwa kita akan mengadakan perjalanan singkat (one day one night) hari minggu malam jam 9 dengan maskapai Air Asia di terminal 3B. Wah ini memang terminal yang baru gres dan cukup mewah,

Cuma banyak pesan sponsor (mungkin karena masih baru kali..) kiri kanan yang ada Cuma  resto atau cafĂ©..jadi tergoda untuk mampir dan pesan white cappuccino coffee yang enak sekali plus sepotong roti manis..sedaap..


(tahu tidak?..ternyata orang yang mulai suka minuman ini, jadi kecanduan dan membuat badan gemuk..Lho? iya ini kan pengalaman yang sangat serius …memang setelah kita suka, lalu terjadilah perut terasa sangat lapar atau “starving” sampai2 kayak ngga makan 2 hari…kaki lemas, perut keroncongan, mulai keringat dingin…itu terjadi beberapa kali beberapa waktu setelah coba2 suka dengan jenis minuman itu….Lalu? mulai makan sampai diluar batas porsi yang biasa kita makan karena sangat lapar tadi….)

Tadi sewaktu mempersiapkan yang perlu untuk on the spot ke Bali, Bowo info kalau saat ini dia sudah otw ke bandara??..wah ini sih terlalu dini kalau berangkat jam segitu, apalagi belum masuk sholat magrib (bowo sms jam 5.30 sore!!)…akhirnya sampai juga di bandara Ngurah Rai yang sudah sepi 
karena jam 10.45 malam dan hujan turun cukup lebat..sampai hotel di Made Hotel jalan sempidi 
atau jalan raya Lukluk, badung kira2 20 km dari bandara.. jam menunjukkan jam 12 malam..ngantuk, dingin campur laper tentu bukan karena minuman sebelumnya….

Paginya, sarapan nasi goreng sambil menikmati pemandangan jalan raya yang cukup lancar dan kencang juga kendaraan di depan hotel bersliweran walaupun jalan aspal belum kering...Sambil menunggu P Anas yang sedang dijemput oleh Hendriks sopir lokal..coba2 perhatikan bus yang keluar dari dalam hotel..dihitung2 ada 3,4 bus..setelah itu “jeda”.. belum ada bus yang keluar..mungkin berfikir ini kan akses hotelnya cuma selebar 1 jalur mobil jadi busnya sudah keluar semua karena kapasitasnya ngga banyak…Eeh ternyata sejak itu, muncul belasan bus yang keluar dari dalam hotel…weh ternyata bagian dalamnya cukup luas juga..ngga nyangka…

Sebelum P Anas sebagai konsultan arsitek dari Jogya datang, sempat juga bowo bahas proposal yang bapak ajukan..katanya sih harus disesuaikan lagi karena sdmnya sebagian dari lokal sini jadi bisa menghemat anggaran..ok sih tapi yang enggak setujunya adalah salary man monthnya minim..jadi materi yang dibahas masih menggantung karena P Anas sudah datang dan kita siap meluncur ke lokasi site yaitu Singaraja…..jaraknya cukup jauh karena berada di ujung utara pulau bali sekitar 80km…
Supir yang juga karyawan dari PT Adhi Karya ini cukup lincah juga bawa Toyota kijang 2000cc dengan menikmati pemandangan dari jauh Kintamani, 

sawah yang rata, juga sawah terasering,

menyusuri kaki gunung batur untuk dilintasi juga banyak juga monyet
disisi jalan...selain sangeh dan monkey forest di ubud…
Gunung Batur

Sekitar jam 10 pagi sampailah kita di parkiran Undiksha .....................................
Gerbang Undiksha yang baru..
.................sudah menunggu orang2 dari Adhi Karya yang akan menjadi main kontraktornya. Janjian dengan orang Inkindo bali untuk negosiasi di “cozy” resto dekat pantai penimbangan,
singaraja.. wiih angin pantainya kencang sekali sampai2 mau bicara dengan teman diseberang meja harus teriak….Jadi kurang dinikmati makan siangnya tadi…padahal menu lokalnya adalah ikan lepet kering, sup baso ikan, plecing terong.


( ikan dibawa oleh nelayan Madura di pelabuhan buleleng, lalu di “oles” lagi oleh nelayan lokal)…..

Karena negosiasinya belum putus.. akhirnya kembali ke kampus Undiksha untuk menyerahkan dokumen ke panitia lelang di jalan Udayana..Karena takut terlambat ke bandara, akhirnya, bapak dan P anas pulang duluan ke airport…saking terburu-burunya, mobil yang cukup ngebut ini melintasi jalan yang turun naik dan berkelok selama melewati kaki bukit gunung batur sempat kejar2an dengan mobil disana, sampai nyaris bentrok fisik..cuma saling kepal tangan saja (tanda jagoan? atau puas bisa mendahului lawan?..)dasar kekanak2an  ah….


Sampai di bandara sempat sholat jamak qoshor untuk dhuhur dan ashar sampai bowo tiba juga akhirnya menyusul..(Bandara Internasional kok musholanya kecil sekali? kan banyak yang sholat disini?)...Flightnya jam 21.00 WITA waktu Denpasar, sampai Jakarta jam 22.00 WIB..lho harusnya jam 23.00 karena umumnya 2 jam perjalanan dari Denpasar Jakarta?..iya kan mutasi dari WITA ke WIB selisih 1 jam…Siap2 naik bus Damri lihat zaki.................................
dan cs kayaknya baru landing juga tuh..Ooh mereka baru pulang dari Batam untuk 1 hari perjalanan saja, jadi mobil dititip di bandara..jadi deh pulang dengan nyaman dan gratisss…Thanks bro......

Jumat, 02 Agustus 2013

JORR, BERKAH, MASTERPLAN

ANTARA CISAUK DAN H.A.M.B.A.L.A.N.G…. (18 DESEMBER 2005)

Nama Hambalang yang sangat heboh itu sampai mundurnya sang menpora dan mengguncang parpol pemenang pemilu sekaligus ketum dan ketua dewan pembinanya….ternyata menjadi bagian juga dari kehidupan bapak sebagai konsultan…Ceritanya dimulai saat itu memang sedang ada kegiatan supervisi tahun 2005 untuk PT SAP dengan lokasi proyek di cisauk, perbatasan serpong dan kabupaten Tangsel provinsi Banten.. minimal setiap minggu harus ke site sejauh 60 km untuk buat weekly report termasuk visual progress dan dikerjakan berdua dengan Effendi Perangin-angin atau Pencawan, orang batak campur subang yang tinggal seberang PGC arah halim..


Sedikit menyinggung cisauk, daerah ini sangat jauh tertinggal karena letak geografisnya yang dekat garis “demarkasi” eh perbatasan antara  provinsi Banten dan Jawa Barat. 
Untuk mencapainya juga harus melewati Sungai Cisadane yang semula jembatan balley satu2nya, tapi sekarang sudah ditambah dengan jembatan beton untuk jalur pulangnya. 


Pertengahan jalan antara awal jembatan dengan daerah cicangkal ada stasiun Cisauk dan pasar cicangkal..Ada adik kandung bapak (P Lung) yang tinggal di cicangkal..dan kalau lebaran, anak2 P Lung naik kereta api turun di stasiun cisauk, karena jalan aspal kesana sangat rusak dan masih ada jalan yang belum diaspal/jalan tanah sekitar rumah P Lung itu...


Bapak juga pernah berkunjung kesana beberapa kali, yang pertama malah minta diantar oleh anak sulungnya ke lokasi suradita yang waktu itu masih belum tahu persis lokasinya...




Dari Jakarta selepas tol JORR Serpong-Bintaro (karena ujung jalan tol ini sejak lama ngga diteruskan hanya sampai jalan memutar kayak semanggi…jadi plesetan JORR = jalan ora rampung rampung…)..Kalau pun mau diteruskan harus melewati perumahan elite The Green BSD..
padahal perum ini bangun belakangan jadi siapa yang kasih izin ya?...Jika pengelola ingin menyambung dengan Jalan Tol Jkt Merak berjarak paling dekat 20 km..sebaiknya sih JORR ini nyambung ke Tiga Raksa dulu karena banyak warga yang orientasi kegiatan sehari2nya ke arah sana..

“Pintu” masuk ke cisauk dimulai dari jalan serpong raya lalu belok dengan patokan ada angkot yang “ngetem” dekat patung pancasila ke arah jembatan ..Sepanjang jalan selepas sungai masih bagus aspalnya sampai dekat “tembok cina” baru mulai agak rusak dan berlubang..istilah orang sebutan tembok cina karena ada pagar celcon yang cukup panjang disisi jalan (rupanya ini pagar batas untuk rencana kampus khusus untuk fakultas kedokteran entah apa universitasnya..yang pasti sempat juga mereka memilih daerah lengkong wetan tapi ngga jadi…) kok tahu? Iya  karena sebelumnya bapak pernah ikut terlibat proyek disain disana untuk P Rizal Sikumbang yang ingin membangun kawasan ecowisata 
 (belakang sitenya sekarang dipakai oleh biker untuk jalur kegiatan mereka sepanjang jalur gas yang ada disana….)

Perumahan yang sedang dibangun adalah Perum Suradita Indah yang saat itu masih dalam tahap 1 dan trase jalan sudah dibuat sampai belakang site masih tanah di padatkan sebagai subgrade jalan nantinya…malah pernah sempat bikin ngadat mobil di tengah site..
Sebelumnya daerah ini adalah tambang pasir yang dikuasai tuan tanah lokal sini lengkap dengan jeger2nya (jeger=jelema gering/preman) yang sampai sekarang belum dapat kerjaan yang baru..Jadi kalau selesai putar2 inspeksi lalu cari warung, pasti ngobrol dengan mereka yang berharap dapat dan minta kerjaan apa saja…Sebagai konsultan  “outsourcing” dan bukan pengembang mau jelasin juga ngga yakin ngerti posisi kita seperti ini pada mereka, padahal sekecil apapun informasi mereka soal teknis dan non teknis dalam pembangunan perumahan ini sangat berguna dalam laporan setiap minggunya….


Sekarang soal hambalang….Kabar pertama sebut nama hambalang berasal dari kasiono teman lama juga yang minta hubungi segera P Puguh di tebet untuk “kerjaan” infrastruktur sebagai Construction Management disana…Entah kasiono dapat kabar dari Erwin juga Arsitek teman lama yang waktu ketemu P Puguh juga sebut Erwin teman di kampus ITS Surabaya..Memang sumber berasal dari teman yang dapat dipercaya, apalagi adik P Puguh itu adalah Memet Sosiawan itu structure engineer waktu bapak kerja di Divisi struktur AT 6..

Nampang dengan oki dan Memet diparkiran IPKN gondangdia sebelum pulang kerja tahun 1995..

Saat ini memet sebagai tenaga ahli untuk Kementrian Perumahan Rakyat di kawasan jalan Pattimura sana (P Menteri berasal dari parpol yang sama dengan memet sbg kader PK) sekarang tambah PK Sejahtera karena kena “threshold”, yakni ambang batas perolehan suara pemilu kurang dari 2.5 %,.. konsekwensinya harus menggunakan tambahan nama baru…

Setelah konfirmasi untuk ketemuan tanggal 12 Desember 2005 dengan P Puguh di rumahnya di tebet timur VI F no 48 belakang TK Parkit jam 9 pagi bersama-sama Effendi yang memang hari ada jadwal kunjungan ke cisauk..Dijelaskan olehnya bahwa lingkup pekerjaan adalah sebagai Manajemen Konstruksi untuk pembangunan Training Center termasuk pekerjaan infrastrukturnya. Kita diminta untuk membuat rekapitulasi biaya konstruksi terutama jalan lingkungan dan sistim drainasenya dulu, kemudian harus menghubungi kontraktor yang sudah ada untuk bersama-sama meninjau ke lokasi di hambalang nanti setelah Rekap yang kita buat rampung.

Hari rabu tanggal 14 Desember 2005, janjian ketemu di rumahnya lagi karena rekap yang kita buat sudah selesai termasuk penawaran jasa pekerjaan MK ini. Memang ada beberapa item yang P Puguh minta untuk direvisi harga penawarannya, namun untuk rekap pekerjaan infrastruktur yang kita buat ngga ada masalah…jadi tunggu kapan kita sama2 untuk meninjau lokasi ok….
Minggu tanggal 18 Desember 2005 akhirnya jadi janjian untuk ke site, tapi P Puguh tidak ikut hanya kontraktor yang akan berangkat. Lho, tadinya kita berfikir kalau jalan menuju kesana naik kendaraan mereka (khan mereka yang harus menjamu kita sebagai konsultan?)..apalagi sempat 


putar2 cari basecamp mereka di lingkungan gedung Bea Cukai By pass yang letaknya tersembunyi dibelakang gedung..Person yang ada saat itu, P Haji Darman/maman, Haji Nanang, Rauf, Junaedi, Talqis…nah itu alasannya karena mobil mereka ngga muat kalau ditambah lagi weh….Jadi sedikit kesal juga kita menuju kesana karena tidak sesuai janji semula….
Masuk jalan tol jagorawi sampai keluar tol gate sentul sirkuit, belok kanan sampai tikungan kekiri yang daerah sini banyak warung jualan sate kambing “kiloan”..iya lumrahnya pesan sate bukan berapa tusuk tapi berapa kg begitu…dari warung sate tersebut belok kiri dengan jalan yang menyempit, baru didalamnya mulai lebar…Rasa kesal seketika hilang ketika melihat pemandangan “menakjubkan”…perumahan mewah yang sudah banyak ditumbuhi pohon liar dengan atap atau tembok yang hilang sebagian dan tanpa penghuni…inilah ekses krismon tahun 1997 yang lalu..ini perumahan yang dibuat oleh Tommy..mungkin karena seorang pembalap dan sesuai tempat mangkalnya di sirkuit balapan dekat dari sini, jadi pulangnya khan dekat tuh…
Memang pemandangannya indah dengan udara yang masih fresh..dekat sini memang ada gunung bunder dengan air terjunnya yang kesohor itu..
Singkat kata, sampailah kita belakangan dari para kontraktor tadi…karena memang baru pertama kali kesini sambil menikmati suasana juga….Bersama-sama mereka menyusuri trace jalan yang baru pondasi batu kali yang belum dipadatkan sebagai sub base jalan lingkungan…tujuan untuk ke lokasi ini adalah untuk mengetahui sejauhmana hasil rekap kita sebagai konsultan mendekati dengan kondisi sebenarnya seperti harga satuan material, tingkat kesulitan saat konstruksi dimulai yang cocok untuk teknisnya dan sebagainya…Selesai berkeliling cukup lelah juga ya karena memang belum dibuat infrastrukturnya..haus dan lapar jadi berharap kalau ada jamuan makan siang..Eh lagi2 cuma teh panas saja selesai sholat dhuhur..Ya sudah kita pamit saja deh biar cari makan sendiri nanti diluar ….Sepanjang jalan pulang, hujan rintik2 terus sampai rumah..yang ngga sempat mampir untuk makan siang…ugh… lapeer…
(jadi …sungguh beda sekali suasana antara proyek yang “berkah” dan “ngga berkah” sudah kelihatan diawalnya…rupanya mereka hanyalah oknum yang mencari rezeki dengan cara mereka sendiri, ada yang berperan sebagai konsultan langsung dari owner?, ada yang berperan sebagai kontraktor yang sudah terpilih? ..tapi mungkin saja memang peran aslinya begitu tapi ada grand design diatasnya lagi yang mempermainkan mereka..? Wallahua’lam bissawab….)

Saat itu yang jadi menpora adalah Adhyaksa Dault..dalam masterplan jelas tergambar bahwa hanya ada beberapa bangunan saja termasuk lapangan sepakbola..bukan seperti masterplan yang sekarang….

Kamis, 01 Agustus 2013

MUARA SABAK!!

KUNJUNGAN PERTAMA KE KOTA MUARA SABAK
KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR, JAMBI
(7,8,9,10,11 September 2008  -7Ramadhan 1429H, minggu, senin, selasa, rabu, kamis)

Proyek konsultansi untuk Depnakertrans dimulai sejak 30 April 2008 saat ketemuan dengan pejabat yang berwenang di kawasan kalibata, Jakarta Selatan. Ini masih proyek Bowo dengan kondisi sebagai koordinator di kantor yang baru semenjak pindah dari PT Dewa Dwipa (Perusahaan ini yang menangani juga hall PMD tahun 2003 sebagai MK yang kebetulan bapak sebagai engineernya). Kalau ngga salah kantor bowo yang baru di daerah Meruya Ilir yang bareng dengan Singal itu alumni Gunadarma jurusan Teknik Informatika satu jebolan juga dari PT Dewa Dwipa..

Saat pertama kali bertemu dengan anggota tim lain untuk menemui pejabat Depnakertrans yaitu Ibu Etty, P Tulik Nugroho, Umar. Sedangkan anggota tim konsultan selain bowo dan bapak, yaitu Justin, Ida, P Sumarsono dan Agah. Mereka sebagai pemberi tugas hanya untuk meyakinkan” on desk” setiap person tenaga ahli untuk proyek/kegiatan ini. Padahal saat itu bapak sedang aktif kerja lapangan untuk PT Environa nya Erwin, arsitek teman lama dulu di PT Atelier 6. Kerja lapangan? Iya, karena kerjanya keliling 6 lokasi dalam waktu seminggu terus buat laporan hasil pengawasan tersebut. Jadi sebenarnya awalnya keberatan waktu bowo minta ikut terlibat dalam kegiatan ini, tapi alhamdulillah keduanya berjalan lancar..

Hari minggu jam 8 pagi naik busway langsung ke gambir dilanjutkan dengan bus Damri menuju bandara SoekarnoHatta di terminal 1B dengan Batavia Air. Sampai di bandara Sultan Thaha di daerah Palmerah Baru, dijemput oleh langganan bowo yang sebelumnya sudah pernah ke jambi. Cuma bapak,Bowo dan Ida yang puasa, lainnya alasan karena sakit maag, ini tugas safari jadi boleh ngga puasa katanya…setelah mampir di pertokoan untuk beli ATK (Alat Tulis Kantor), baru dilanjutkan ke lokasi yang sampai menempuh 2.5 jam (cobaan di bulan Romadhon…)
 




Melewati jembatan sungai Batanghari, ...terus melintasi hutan akasia,
hutan lindung gambut , bandar jaya dengan kali irigasi disisi jalannya..sampailah di muara sabak.

Karena ini hari minggu, maka info dari Bowo kalau muara sabak ini adalah kota yang baru diresmikan menjadi ibukota kabupaten Tanjung Jabung Timur......

jadi, seluruh aparaturnya yang masih resmi tinggal di kota jambi, berakhir pekan kembali ke kota asalnya. Padahal sudah dibangun perumahan untuk pegawai negeri tersebut sesuai pangkat dan golongannya.  Mesjid yang megah juga sudah ada..
Cuma belum semua infrastruktur tersedia, seperti pusat perniagaan, sport center..jadi memang kayak kota mati saja..apalagi saat ini bulan Romadhon…

rencana semula kita akan mendapat penginapan pemda untuk diklat yang seperti bowo dapatkan sebelumnya, tapi karena tanpa konfirmasi sebelumnya, saat itu full book karena memang ada kegiatan…jadi deh cari tempat lain yang akhirnya dapat losmen “aulia”.

Setelah mandi dan menaruh travel bag sekalian pesan ke pemilik losmen yang kebetulan punya resto di depan untuk menyediakan menu buka puasa nanti, bapak dan bowo ke lokasi site yang jaraknya setengah jam. Rupanya sejak kunjungan pertama, bowo belum dapat memastikan keberadaan patok benchmark (BM) sebagai acuan gambar rencana lebih lanjut. …
Jadi jalan sisi lahan disusuri sampai bolak balik ngga ketemu juga…sampai Ida dan P Marsono nyusul yang ikut bantu juga. P Marsono ini adalah dulu tenaga ahli untuk mantan gubernur DKI Sutiyoso, sedangkan Ida adalah satu alumni bowo di ITI ( Institut Teknologi Indonesia ) di serpong jurusan planologi
Nantinya site rencana ini akan dilewati jalur pipa dari Petro China disebelah utara ke arah timur (pelabuhan)...

Akhirnya yang dicari ketemu juga setelah besok pagi dan sorenya di ulang lagi…Sebelum itu, siangnya ketemuin P Isman dan P Leonaldi  (iya namanya bukan Leonardi tapi pakai el) nama yang aneh?...Betul saja anehnya bowo dapat teguran karena staking outnya terlambat sampai ditegur oleh bupati yang was2  skedulnya molor yang rencana akan mengundang SBY untuk peresmiannya nanti.

Hari selasa pagi2 sudah keluar meluncur dari losmen (supir lokalnya juga ikut menginap) rencana akan mengunjungi pelabuhan untuk menyebrang sungai ke kota sabak lama..tapi tujuan sekarang menemui P Leo (Nakertrans) dan P Muhlis (PU)..sempat kontak orang BPN (Dona) untuk menanyakan titik BM yang lainnya (BM2) dan rencana staking outnya kapan…Harusnya memang sudah ada hasilnya kemarin2, makanya kita hubungi orang PU untuk ikut membantu pelaksanaan staking out karena sudah ditegur P leo..Tapi yah begitulah kalau menghadapi aparatur dimana2 sama dan dijanjikan besok saja karena sudah sore…Akhirnya jadi juga ke pelabuhan,




tapi rencana menyebrang dicancel, mungkin karena point penting tujuan ke jambi ternyata dilapangan harus menyelesaikan staking out dulu, jadi bisa lain waktu untuk singgah kesana..apalagi hanya untuk penyangga data primer yang akan kita compile untuk laporan tahap ini…

Hujan lebat dari pagi sampai siang ini…rencana pagi2 akan rampungkan stakingout dengan bantuan pesonil dari PU terasa putus harapan nih..tapi setelah agak reda, langsung kita jemput rencana 2 personil dari PU tersebut, ternyata hanya 1 yang ada waktu karena yang lain “sibuk” dengan kerjaan lain? Mana mungkin Cuma 1 orang surveyor dengan alat Theodolit kan minimal 3 orang


untuk bantu yang baca alat, pegang mistar..akhirnya kita pinjam orang nakertrans sebagai helper saja…Ikut menyusul kemudian dari pusat P Jamil, orang BPN dan P Parno lokal Nakertrans Muara sabak yang dilanjutkan dengan meeting di losmen Aulia…..(sepatutnya mereka rapat di kantor pemda jadi lebih dihargai ketimbang di tempat penginapan kita sebagai konsultan)..yah info dari Bowo kalau dia sering dijadikan seperti ATM berjalan saja layaknya..


Hari kamis yang dijadwalkan sore kita balik Jakarta, sempat meeting dulu dengan P Isman, Muhlis dan Leonaldi sekaligus pamit untuk melanjutkan laporan untuk presentasi di muara sabak ini juga nanti…..See u all…