Selasa, 06 Agustus 2013

SURVEY KE NGADILANGKUNG, KEPANJEN, MALANG


(9-10 -11 Mei 2007/Rabu,Kamis,Jumat)

Awal tahun 2007 ini adalah tahun yang penuh “berkah”  karena banjir besar melanda Jakarta tepatnya tanggal 3 Februari selepas isya ditandai dengan padamnya aliran listrik  di rumah dari gardu PLN setempat. Waktu pulang dari kalibata ba’da ashar lewat kalibata timur, taman makam pahlawan sampai pintu rel ka stasiun duren kalibata, lalulintas sudah mulai terlihat kacau rutenya..karena sungai ciliwung yang dilintasi kendaraan di sekitar jambul sudah meluap,.......
Tampak jembatan "jambul" tenggelam oleh banjir.Latar gambar adalah Gedung Binawan jalan dewi sartika....

 sehingga dialihkan ke sisi sepanjang rel ka pengadegan, STB LIA, menara Saidah, masuk terowongan cawang bawah, melintas jembatan jalan MT Haryono (beda elevasi muka air sungai dengan jalan cukup jauh) dan dalam sejarahnya juga ngga pernah sampai meluap karena beda level tadi…oleh karena itu kelompok CA (Carrefour) berani bangun di area sisi sepanjang kali ciliwung setelah banjir besar…harga tanah jadi turun iya kan di "obral"?


Hari jumat tanggal 9 Februari 2007, ada telepon masuk, orang yang mengaku bernama Muhlis ingin konfirmasi apakah betul ini P iqbal?...waktu itu lupa menanyakan tahu darimana nomor kontak saya?..Yang pasti setelah   Muhlis bicara, disambung oleh  Yoyok untuk memastikan….  (bisa jadi  Yoyok orang dari bagian HRD)…Mereka berkantor di ITC Cempaka Mas dan mengajak ikut terlibat dalam proyek perencanaan disain jalan dan jembatan untuk Kemenpera…

Sebetulnya memang arti berkah itu nyata adanya, karena kesempatan proyek diatas,..itu ibarat pengganti dari proyek sebelumnya..apa itu? Jambuluwuk..! 


daerah yang terletak sekitar tapos , ciawi, bogor..yang pemiliknya orang jawa beristrikan orang menado…Kami sebagai Tim konsultan yang bekerja untuknya, diputus sepihak karena sudah merasa menemukan konsep dan wayout dalam mendisain tata ruang bagi lahan baru hasil expansi di sebelah lahan existnya..padahal menurut Ita, (rekan setim dan penggagas proyek karena owner masih tetangganya)..gambar disain sepenuhnya sudah kita buat dan tinggal diserahkan sebagai final report dari tahap2 disain sebelumnya…Apalagi survey on location sudah dilaksanakan, meeting yang minta di rumahya (dijalan surabaya) pun kita jalani..yah itulah lika liku kehidupan konsultan…,walau begitu fee untuk bapak tidak berkurang sedikitpun sesuai spk diawal. Alhamdulillah…

Sejak menyatakan sanggup dan mau terlibat dalam ajakan  Muhlis, segera siapkan proposal cost untuk janji bertemu dengan pimpinan kantornya, yaitu P Dalhar (sebenarnya Muhlis tidak tau kalau sebenarnya bapak kenal juga dengan P Dalhar karena pernah sama2 bekerja di konsultan arsitek saat itu)…Nama kegiatan atau proyek itu juga kelihatannya besar dan luas dalam arti kata sesuai cakupan area dan wilayah operasi, yaitu DED Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU)  untuk lokasi 13 kota - (KEMENPERA)..
Tanggal 22 Februari hari senin, jam 10 pagi sesuai janji, temui Dalhar di ruko cempaka mas 
dibilangan persimpangan by pass Pulogadung, cempaka putih dan sunter itu (wah pintar juga pengembangnya cari lokasi ya..walaupun ada true story kalau dipersimpangan “cocacola” itu sering terjadi aksi kriminal yang cukup berani oleh “kampak merah”..) ..pabrik minuman ringan tersebut relokasi ke Cibitung dan geng kriminal sudah hilang..mungkin ditawari alih profesi jadi security oleh pengembang..sekalian biar jadi aman dan “jualannya” jadi laris….
Nampang didepan kaleng raksasa saat instal plumbing fumehood di Cibitung 1996....

Dari hasil pertemuan dengan P Dalhar, diputuskan kalau bapak mendapat 2 lokasi, yaitu Gorontalo dan Malang, selebihnya sudah ada tim lain…Rupanya proposal yang sudah di email terlebih dahulu sebelumnya, dijadikan pedoman untuk proposal perusahaannya ke pemberi tugas..karena saat pertemuan, beliau minta dijelaskan secara rinci..(dia adalah seorang arsitek yang ambil gelar doktornya di jerman, tentu saja tidak paham soal teknik sipil maupun soal biaya jasa ikutannya terutama masalah jalan dan jembatan termasuk pekerjaan pre constructionnya, seperti survey topografi, soil tes sampai uji kelayakan trace jalan “ on site” yang harus berkoordinasi dengan dinas PU setempat sebagai user…Sampai 2 jam ketemuan, pulanglah bapak setelah dijanjikan nanti akan dikabari soal spk dan kapan on locationnya…

Betul saja, pas tanggal 9 April, beliau telepon untuk siap2 ke lokasi , tapi bukan gorontalo diganti dengan kabupaten lain yaitu Tarakan, Kalimantan Timur, jadi datang ke kantornya ditemani oleh Muhlis dan Yoyok. Hanya sebentar bicara dengan Dalhar yang segera dipanggil ke Kemenpera, jadi bicarakan spk dan urusan ke site dengan yoyok ( belakangan diketahui kalau yoyok selain HRD dan accounting adalah masih lingkungan keluarga )..Rencana survey mulai tanggal 11 sampai 17 April bareng dengan P Imam Hp sebagai tim leader dari Univ Pancasila. Namun sayangnya, bapak mewakilkan ke Toto (teman alumni , yang pernah kerja sama2 untuk Hall PMD, pasar minggu tahun 2003)..
Tampak Hall PMD yang belum rampung diambil dari akses jalan...

untuk berangkat ke gorontalo.kayaknya senang juga dia, karena memang di awal kegiatan sudah bapak libatkan untuk wira wiri kesana kemari…..Selain itu alasan utama tidak berangkat adalah karena terbenturnya dengan  kegiatan lain, disamping non teknis
(Gibran, putra bungsu bapak, sangat tidak setuju kalau bapaknya berangkat..mungkin karena sejak awal tahun sampai kemarin, berita tentang kecelakaan pesawat terbang terus ada saja beritanya..mulai Adam Air yang hilang di selat majene, ada yang tergelincir di landasan juanda, Batavia air mesinnya ada yang meledak di Palangkaraya sampai pesawat balik ke apron..bukan hanya maskapai yang baru saja, bahkan Garuda juga mengalami kecelakaan dengan 22 orang tewas saat mendarat di jogja, untungnya Dr Din syamsudin dan Adrianus Meliala luka ringan saja…)..

Saat itu kebetulan kegiatan penting adalah menyelesaikan proyek kompleks gedung olah raga di ciracas, Jakarta Timur (GORR Boker)..memang Rnya ada 2 ditambah dengan rekreasi dan daerahnya bernama boker…
 Ini pintu keluar

Facade GORR Boker..

Bayangkan, sejak tahun 2004 sampai 3 tahun, disain belum rampung2 juga..akhirnya tahun ini dilanjutkan untuk bertekad oleh Pemda Jakarta timur untuk segera selesai…Sampai akhirnya mereka mengadakan apa yang disebut dengan “konsinyering” agar supaya berhasil maksud dan tujuannya itu…
Konsinyering atau adalah pengumpulan/proses mengumpulkan pegawai di suatu tempat (hotel, penginapan, ruang rapat lainnya) untuk menggarap pekerjaan secara intensif yang sifatnya mendesak, harus segera selesai dan tidak dapat dikerjakan di kantor serta dilarang meninggalkan tempat kerja selama kegiatan berlangsung.

Setelah meeting sana sini dengan pemda DKI Jaya di Jatibaru juga dengan Jakon yang pernah juga mengadakan rapat di induk semangnya di Jaya Building lantai 2 depan Mc D jalan Thamrin, karena kantornya yang berdomisili di Pulomas kebanjiran…..Koordinator dari Jakon menginformasikan kalau harus menghadiri konsinyering bertempat di Sofyan Betawi Hotel di jalan Cut mutia, menteng
 tanggal1 Mei hari selasa. Jam 11 siang sampai sana, ketemu Heru lalu dipersilahkan makan siang dulu sambil menunggu ketemu orang dari kontraktor untuk membahas dan alih transfer disain engineering dari konsultan..Sampai jam 12.30 yang dicari dan ditunggu belum jelas siapa personnya..(padahal mereka bareng dengan orang pemda menginap disini)..terpaksa pamit ke heru untuk pulang saja, walaupun begitu sudah komit kepadanya kalau sewaktu2 pasti ada waktu untuk melanjutkan konsinyering ini…

Seminggu kemudian memang ada lanjutannya tapi berlokasi di kantor kontraktor di ruko Puri Kembangan Jakarta barat (seperti umumnya kontraktor yang lain, harga EE diminta dimark up sehingga se-akan2 menjadi OE)..tapi hal ini yang bertanggung jawab Pemdanya juga, karena merekalah yang menentukan kontraktor yang terpilih, konsultan sampai berapa uang yang dihabiskan untuk membangun GOR tersebut (terakhir informasi rekapitulasinya sebesar 21 M..). 
Person yang ikut dalam meeting dari mereka antara lain, P Aris dan Bambang. Selesai makan siang, selesai pula satu urusan walaupun masih ada PR dari hasil pertemuan ini..Selama dalam pertemuan tadi, sebenarnya pikiran ngga tenang, karena sewaktu dalam perjalanan ke puri, telepon dari Yoyok untuk harus survey ke Malang sore ini bersama dengan toto…Jadi hubungi Toto untuk meluncur siang tadi ke Cempaka mas untuk mengambil akomodasi dan dokumen yang harus dibawa..Karena ini mendadak, jadi persiapan untuk perbekalan harus cepat dan tepat..sampai ba’da ashar berangkat ke gambir untuk keberangkatan jam 5 sore. Sebelumnya minta maaf dulu ke Yasindo karena janji besok survey ke Dowel di KBN marunda cancel deh….

Berangkat dari stasiun Gambir jam 5.30 dengan KA Gajayana dengan tarif  220 rb per orang 
sampai jam 10 pagi melewati purwokerto, solo, madiun, nganjuk, tulung agung, kepanjen, pakusuji.Turun di stasiun lama Malang bukan di stasiun baru, karena dekat tujuan kita di kepanjen…Dihampiri banyak orang menawarkan untuk naik taksi, yang dipilih bapak umur 50 tahunan yang asli Banjarmasin..tapi “ulun kada kawa basa banjar” sekarang heh..?Tapi sayangnya beliau tidak adil, soalnya, toto keberatan harga sewa 25 ribu kalau ternyata jaraknya cukup dekat (paling seliter juga ngga habis katanya..)..walhasil, waktu sampai dianter ke hotel dekat pemda kab malang yaitu hotel santoso, tawaran untuk jemput besok pagi kalau mau pergi kemana-mana ditolak dengan halus…

Lumayan kondisi hotelnya, murah meriah 175 ribu/room, yang penting dekat dengan kantor pemda, pusat perbelanjaan, mesjid dan paling penting “aman dari yang macam2”…
Selesai mandi, P dalhar kontak untuk pastikan sudah sampai di Malang. Temui P Atok Irianto dari dinas PU setempat mewakili P Ramdhani sebagai kepala bagian yang sedang meeting. Jadi data yang kita bawa kta serahkan, sebaliknya data mereka kita minta sebagai tambahan data. Data berupa softcopy dan hardcopy juga.Untuk hardcopy tidak masalah, namun untuk softcopy cukup besar juga.Selepas makan siang di resto dekat kantor pemda atas rekomendasi P Atok, janji untuk besok survey ke lokasi. Tapi tidak lama rest di hotel, P dalhar order kalau survey harus dilaksanakan hari ini, karena besok hari jumat terpotong sholat jumat dan ada jadwal konsinyering dengan kemenpera di Equator hotel dibilangan Blok M hari sabtu jam 10 pagi…Bapak tidak mengiyakan atau tidak bisa karena, pertama waktunya sangat sempit untuk mempersiapkan bahan2 yang harus kita olah dulu untuk meeting  nanti..Apalagi data yang baru kita peroleh dari P Atok (softcopy) cukup besar, jadi apa yang diminta P dalhar untuk di email saat itu, tidak berhasil..(bisa jadi karena “bandwidth kita“ saat itu masih minim barangkali..)..Yang penting diusahakan dulu bahan materinya agar rapih dan baik dalam meeting nanti.Ok?
Akhirnya hubungi P Atok lagi untuk jadwal survey harus hari ini juga..Mulai jam 2.15 sampai 5.30 selesai juga. Tak hanya jalur rencana jalan yang akan dilewati, ikut disurvey adalah jembatan balley Talang Agung yang cukup vital disekitar stasion awal dari arah barat Kepanjen ke arah timurnya 
Jembatan Talang Agung

(artinya perlu ada jembatan baru yang melintasi kali metro disekitar Kasiba..Kawasan siap bangun)..Banyak juga area persawahan yang produktif lengkap dengan gudang penyimpanan dan mesin penggiling gabah yang kelak akan berkurang…Hmm ini adalah ekses dari “perdagangan bebas” yang pemerintah ikut bertanggung jawab dan masuk ke Indonesia dengan salah satu seginya adalah “menarik laju pembelian kendaraan” sebagai unsur pertumbuhan “bangkitan lalulintas” yang bermuara kepada penambahan “panjang jalan” sekaligus “menutup” daerah pertanian untuk lebih berkembang…(Mau tak mau agar tidak impor beras, pemerintah harus memanfaatkan tanah gambut yang sangat luas di Kalimantan yang “kontra produktif” menjadi “super produktif” sebagai penghasil beras sekaligus tanaman budidaya lainnya atau perikanan misalnya..) Berita paling aktual : Kelompok agribisnis China-Malaysia tengah berupaya membangun lahan persawahan dan proyek pengolahan terpadu pada November 2013 mendatang di Indonesia. Dengan dana investasi US$ 2 miliar (Rp 20,3 triliun), perusahaan China ini berharap bisa memasuki pasar berkembang di tanah air sekaligus memenuhi pasokan beras domestik (dst....)
Persawahan dengan penggilangan padi di mojosari..
Ngadilangkung, kepanjen....

Capek berkeliling lokasi rencana jalan yang kelak bernama Lingkar barat Kepanjen itu, sampai keliling daerah baru kabupaten Malang yang akan pindah ke kepanjen sini. Sudah hampir lengkap gedung pemerintahannya, sampai ada GOR Kanjuruhan itu tempat basecampnya Aremania 
Kantor Pemkab yang baru
 Mesjid Agung sultan Agung..
Gedung DPRD..
Stadion kanjuruhan..
supporter Arema Malang yang terkenal ekstrim itu..Mampir pesan es gunung dan bakso besar khas

 kepanjen sini di Jalan Ahmad Yani..menjelang maghrib baru berpisah di pendopo kabupaten yang lama..
Malamnya cari angin sekalian beli memory card untuk PS anak2..



Jumat paginya beli tiket untuk pulang nanti sore di stasiun lama, siangnya sholat jumat di mesjid 
Mesjid Jami depan alun2..
agung depan alun2,
 kirim email ke P Dalhar dan siap pulang ke Jakarta yang rencana tiba di Gambir jam 9 pagi. Selama diperjalanan, Alhamdulillah sholat jamak qoshor untuk maghrib dan isya dapat dilakukan didalam gerbong kereta, sampai saat waktu subuh selesai dilakukan..ada telepon masuk dari ibunya anak2 kalau bapak mertua meninggal dunia di RS Budi Asih. Innalillahi wa innailaihi roojiuun..Sampai di gambir Jakarta naik busway jurusan cempaka putih dulu, karena memang harus ada yang di copy dulu 
ke PC Muhlis di kantor, baru meluncur ke TPU pahlawan Kalibata…................

Selamat jalan P Maryanto, semoga amal ibadahnya diterima disisi ALLAH. AAmiiinn........

Sabtu, 03 Agustus 2013

SEMALAM DI BADUNG, SIANG DI SINGARAJA, SORE PULANG

ON THE SPOT KE BALI (SINGARAJA, 9 JANUARI 2010)

Awal bulan Januari di tahun baru 2010 ini, persisnya hari senin tanggal 4 sesuai janjian dengan Bowo di kantornya di daerah pejaten timur dekat UNAS sawo manila…bicara pejaten, orang sering salah orientasi, karena mengira pasti lokasinya sekitar  kemang…padahal nama pejaten dimulai dari jalan pasar minggu raya sampai kemang dimana pejaten barat ada di daerah kemang dibatasi oleh jalan Warung Jati Barat dan pejaten timur sampai ujungnya di jalan Raya Pasar Minggu. Lebih gampang bedakannya adalah kalau Gedung Republika adalah pejaten timur, ......................... ..................................................................sedangkan Gedung Philips Tetra Pak disebrangnya…
 

Setelah menunggu di ruang tamu kantor karena tiap senin kegiatan rutin mereka yaitu rapat mingguan di setiap pagi jam 9..Ruang rapat ada di lantai 2, jadi setelah rapat selesai, barulah bowo perkenalkan P Rizal, P Arifin dan Indal sebagai tuan rumah di tempat ini. P rizal terlibat dalam urusan teknis, sedangkan P Arifin sebagai coordinator hubungan ke Komisi IX DPR (Pendidikan Tinggi). Mereka info kalau ada rencana untuk membuat divisi baru yakni Construction Management dalam waktu dekat karena memang banyak peluang untuk itu. Proyek yang ada sekarang adalah AKPAR dan UNDIKSHA masing2 di Medan dan Bali untuk Arsitektur dan strukturnya, sementara untuk CM sudah mulai disiapkan untuk ikut tender. Jadi minggu ini sudah harus diperoleh gambaran proposal cost untuk pekerjaan CM untuk yang  di Bali dulu.

Tadi di awal sebut soal pejaten kan? Karena memang saat ada tawaran diatas, bapak sedang terlibat dalam disain pembangunan perumahan di daerah jalan AUP…iya, jalan aup untuk akronim dari Akademi Usaha Perikanan..dulu memang itu namanya..sekarang jadi sekolah Tinggi Perikanan atau kerennya Fisheries University….
Sekolah Tinggi Perikanan
...cukup aneh juga ada sekolah perikanan disitu karena orang taunya kan pasar minggu identik dengan pertanian atau juga holtikultura sesuai riwayat sebagai daerah penghasil buah2an (lagunya juga ada kan…).Apalagi kalau di ingat bahwa tahun 2006, bapak sering bolak balik ke jalan holtikultura untuk disain perencanaan jalan, drainase dan retainingwall  sampai proses tender sebagai tenaga “outsourcing”  PT Dwikarsa yang kantornya dibelakang Astra Menteng dalam seberang persojo (atas rekomendasi Nanto) untuk Puslitbang Holtikultura Departemen Pertanian dekat mesjid Baitussalam...

Mesjid Baitussalam jalan palapa, Ps minggu

Nah, memang site proyeknya ada di jalan aup tadi, tapi kantornya di jalan pejaten barat…jadi dulu pernah kesasar cari2 kantornya di jalan pejaten timur padahal pejaten barat..soalnya terpikir bahwa sitenya dekat dengan jalan itu..(Sejak tahun 2008 dan 2009 terlibat dalam proyek itu, sampai saat ini belum ada pembangunan fisik rumahnya, baru pola jaringan jalan dan drainase lingkungan saja..)..Bisa jadi tanah urugannya yang dikalkulasi hampir sekitar 30 ribu kubik biar solid dan compact dulu..atau terbentur faktor “non teknis”..?
...Dulu memang site ini terkenal dengan pangkalan minyak karena mungkin sisa truk pertamina buang disitu atau memang ada pangkalan minyak tanah..entah..yang pasti saat mulai di “clearing” site ini adalah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk area sekitarnya…#$%$#...          .......Dan orang atau organisasi yang punya hajatan dibalik proyek ini adalah PP (Pemuda Pancasila)…walaupun kita yang berhubungan sehari-hari dengan mereka adalah P Indra dan P Harresh..yang satu asli Pakistan, muslim, yang lain India, Non muslim….

Kembali ke soal proyek di bali…Dapat konfirmasi bahwa kita akan mengadakan perjalanan singkat (one day one night) hari minggu malam jam 9 dengan maskapai Air Asia di terminal 3B. Wah ini memang terminal yang baru gres dan cukup mewah,

Cuma banyak pesan sponsor (mungkin karena masih baru kali..) kiri kanan yang ada Cuma  resto atau cafĂ©..jadi tergoda untuk mampir dan pesan white cappuccino coffee yang enak sekali plus sepotong roti manis..sedaap..


(tahu tidak?..ternyata orang yang mulai suka minuman ini, jadi kecanduan dan membuat badan gemuk..Lho? iya ini kan pengalaman yang sangat serius …memang setelah kita suka, lalu terjadilah perut terasa sangat lapar atau “starving” sampai2 kayak ngga makan 2 hari…kaki lemas, perut keroncongan, mulai keringat dingin…itu terjadi beberapa kali beberapa waktu setelah coba2 suka dengan jenis minuman itu….Lalu? mulai makan sampai diluar batas porsi yang biasa kita makan karena sangat lapar tadi….)

Tadi sewaktu mempersiapkan yang perlu untuk on the spot ke Bali, Bowo info kalau saat ini dia sudah otw ke bandara??..wah ini sih terlalu dini kalau berangkat jam segitu, apalagi belum masuk sholat magrib (bowo sms jam 5.30 sore!!)…akhirnya sampai juga di bandara Ngurah Rai yang sudah sepi 
karena jam 10.45 malam dan hujan turun cukup lebat..sampai hotel di Made Hotel jalan sempidi 
atau jalan raya Lukluk, badung kira2 20 km dari bandara.. jam menunjukkan jam 12 malam..ngantuk, dingin campur laper tentu bukan karena minuman sebelumnya….

Paginya, sarapan nasi goreng sambil menikmati pemandangan jalan raya yang cukup lancar dan kencang juga kendaraan di depan hotel bersliweran walaupun jalan aspal belum kering...Sambil menunggu P Anas yang sedang dijemput oleh Hendriks sopir lokal..coba2 perhatikan bus yang keluar dari dalam hotel..dihitung2 ada 3,4 bus..setelah itu “jeda”.. belum ada bus yang keluar..mungkin berfikir ini kan akses hotelnya cuma selebar 1 jalur mobil jadi busnya sudah keluar semua karena kapasitasnya ngga banyak…Eeh ternyata sejak itu, muncul belasan bus yang keluar dari dalam hotel…weh ternyata bagian dalamnya cukup luas juga..ngga nyangka…

Sebelum P Anas sebagai konsultan arsitek dari Jogya datang, sempat juga bowo bahas proposal yang bapak ajukan..katanya sih harus disesuaikan lagi karena sdmnya sebagian dari lokal sini jadi bisa menghemat anggaran..ok sih tapi yang enggak setujunya adalah salary man monthnya minim..jadi materi yang dibahas masih menggantung karena P Anas sudah datang dan kita siap meluncur ke lokasi site yaitu Singaraja…..jaraknya cukup jauh karena berada di ujung utara pulau bali sekitar 80km…
Supir yang juga karyawan dari PT Adhi Karya ini cukup lincah juga bawa Toyota kijang 2000cc dengan menikmati pemandangan dari jauh Kintamani, 

sawah yang rata, juga sawah terasering,

menyusuri kaki gunung batur untuk dilintasi juga banyak juga monyet
disisi jalan...selain sangeh dan monkey forest di ubud…
Gunung Batur

Sekitar jam 10 pagi sampailah kita di parkiran Undiksha .....................................
Gerbang Undiksha yang baru..
.................sudah menunggu orang2 dari Adhi Karya yang akan menjadi main kontraktornya. Janjian dengan orang Inkindo bali untuk negosiasi di “cozy” resto dekat pantai penimbangan,
singaraja.. wiih angin pantainya kencang sekali sampai2 mau bicara dengan teman diseberang meja harus teriak….Jadi kurang dinikmati makan siangnya tadi…padahal menu lokalnya adalah ikan lepet kering, sup baso ikan, plecing terong.


( ikan dibawa oleh nelayan Madura di pelabuhan buleleng, lalu di “oles” lagi oleh nelayan lokal)…..

Karena negosiasinya belum putus.. akhirnya kembali ke kampus Undiksha untuk menyerahkan dokumen ke panitia lelang di jalan Udayana..Karena takut terlambat ke bandara, akhirnya, bapak dan P anas pulang duluan ke airport…saking terburu-burunya, mobil yang cukup ngebut ini melintasi jalan yang turun naik dan berkelok selama melewati kaki bukit gunung batur sempat kejar2an dengan mobil disana, sampai nyaris bentrok fisik..cuma saling kepal tangan saja (tanda jagoan? atau puas bisa mendahului lawan?..)dasar kekanak2an  ah….


Sampai di bandara sempat sholat jamak qoshor untuk dhuhur dan ashar sampai bowo tiba juga akhirnya menyusul..(Bandara Internasional kok musholanya kecil sekali? kan banyak yang sholat disini?)...Flightnya jam 21.00 WITA waktu Denpasar, sampai Jakarta jam 22.00 WIB..lho harusnya jam 23.00 karena umumnya 2 jam perjalanan dari Denpasar Jakarta?..iya kan mutasi dari WITA ke WIB selisih 1 jam…Siap2 naik bus Damri lihat zaki.................................
dan cs kayaknya baru landing juga tuh..Ooh mereka baru pulang dari Batam untuk 1 hari perjalanan saja, jadi mobil dititip di bandara..jadi deh pulang dengan nyaman dan gratisss…Thanks bro......